Jakarta – Suasana Kompleks Istana Kepresidenan mendadak ramai pada Kamis sore ketika Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri untuk menghadiri pertemuan tertutup. Beberapa nama yang terlihat hadir antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, topik utama yang akan dibahas baru akan terungkap setelah rapat selesai.
Menurut laporan pewarta ANTARA, para pejabat mulai berdatangan sekitar pukul 14.50 WIB. Selain Bahlil dan Purbaya, hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, COO Danantara Dony Oskaria, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Sesaat setelah tiba, Purbaya mengungkapkan bahwa salah satu agenda rapat adalah membahas subsidi LPG.
“Rapat ini salah satunya berkaitan dengan subsidi LPG,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Wamendagri Bima Arya memperkirakan rapat tersebut juga akan menyinggung isu-isu daerah, termasuk penanganan banjir, tanah longsor, serta kondisi infrastruktur hingga situasi ekonomi di berbagai wilayah.
“Kelihatannya salah satunya soal bencana. Tapi mungkin juga ada hal lain seperti infrastruktur dan ekonomi daerah,” kata Bima.
Sebelumnya, Bahlil telah memastikan pemerintah berencana menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram untuk mengamankan kebutuhan masyarakat pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Keputusan penambahan pasokan ini disepakati dalam rapat koordinasi bersama Menteri Keuangan Purbaya dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Fokus pertemuan tersebut adalah kesiapan energi nasional menghadapi periode liburan.
“Kemarin kami rapat dengan Pak Purbaya dan Pak Doni untuk memastikan kesiapan subsidi LPG menjelang Natal dan Tahun Baru. Semua harus aman,” tutur Bahlil usai menghadap Presiden Prabowo pada 26 November di Istana.
Bahlil menegaskan bahwa kecukupan pasokan energi menjadi prioritas agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat libur panjang.
Pemerintah sepakat meningkatkan alokasi LPG subsidi dari sekitar 8,2 juta metrik ton menjadi 8,4 hingga 8,5 juta metrik ton.
“Dalam rapat itu diputuskan ada kenaikan volume, dari kurang lebih 8,2 menjadi 8,4 atau 8,5 juta metrik ton,” tambahnya.
Editor : Angkaraja
mercatotomatopienewark.com