Jakarta, 3 Maret 2026 — Harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU Indonesia masih berlaku pada level penyesuaian terbaru yang efektif sejak 1 Maret 2026. PT Pertamina (Persero) bersama badan usaha swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo kompak menaikkan harga produk RON 92 ke atas serta solar nonsubsidi, sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah.
Penyesuaian ini mengikuti tren harga minyak dunia yang sedang naik tajam akibat eskalasi konflik AS-Israel-Iran, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang mengganggu pasokan global. Harga minyak Brent hari ini tercatat berkisar US$78–81 per barel (naik signifikan dalam beberapa hari terakhir), sementara WTI sekitar US$71–74 per barel.
EPICTOTO
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru (berlaku di wilayah Jabodetabek & Jawa, per 3 Maret 2026):
- Pertalite (RON 90, subsidi): Rp 10.000 per liter (tetap)
- Biosolar / Solar Subsidi (CN 48): Rp 6.800 per liter (tetap)
- Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter (naik dari Rp 11.800)
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.900 per liter (naik dari Rp 12.450)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100 per liter (naik dari Rp 12.700)
- Dexlite (CN 51): Rp 14.200 per liter (naik dari Rp 13.250)
- Pertamina Dex (CN 53): Rp 14.500 per liter (naik dari Rp 13.500)
Harga di wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan Papua bisa sedikit lebih tinggi tergantung zona distribusi (misalnya Pertamax di NTB/NTT bisa mencapai Rp 12.600, Pertamax Turbo Rp 13.350).
Untuk SPBU swasta:
- Shell Super / BP 92 / Revvo 92 (RON 92): sekitar Rp 12.390 per liter
- Shell V-Power / BP Ultimate (RON 95+): lebih tinggi dari Pertamax Green/Turbo
- Harga diesel nonsubsidi swasta juga mengikuti tren naik serupa.
Pemerintah: Belum Ada Rencana Naik Harga Subsidi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan dalam konferensi pers hari ini bahwa pemerintah belum memutuskan kenaikan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia melonjak. Stok minyak mentah dan BBM nasional masih aman untuk Maret–April 2026, dengan sebagian impor crude dialihkan ke Amerika Serikat untuk mengurangi ketergantungan Timur Tengah. “Selama tidak ada kebijakan baru, harga tetap sama. Insya Allah aman-aman saja,” ujar Bahlil. Namun, jika konflik berlanjut lama, beban subsidi APBN bisa membengkak dan berpotensi memicu inflasi serta tekanan kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
Dampak ke Masyarakat Kenaikan BBM nonsubsidi ini langsung dirasakan pengguna kendaraan pribadi premium, transportasi online, dan sektor logistik. Sementara pengguna motor/mobil Pertalite relatif terlindungi untuk sementara. Analis memprediksi jika harga minyak dunia tembus US$90–100 per barel akibat perang berkepanjangan, tekanan ke harga BBM domestik akan semakin besar.