Jakarta, 17 Maret 2026 – Majalah Forbes kembali merilis daftar orang terkaya dunia tahun 2026, dan Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan menempatkan empat pengusaha nasional di jajaran miliarder global. Prajogo Pangestu memimpin daftar konglomerat Indonesia, diikuti oleh Budi Hartono, Michael Hartono, serta Low Tuck Kwong yang masih bertahan di posisi elite meski mengalami fluktuasi kekayaan sepanjang tahun ini.
Menurut data terbaru Forbes Real-Time Billionaires per pertengahan Maret 2026, Prajogo Pangestu menduduki posisi teratas di Indonesia dengan kekayaan bersih mencapai sekitar US$24–37 miliar (tergantung sumber real-time terbaru, setara Rp400–600 triliun lebih). Taipan petrokimia dan energi ini mengendalikan grup Barito Pacific serta Chandra Asri Pacific (TPIA), yang terus ekspansi di sektor petrokimia, energi terbarukan, dan infrastruktur. Meski sempat mengalami penurunan akibat sentimen negatif indeks MSCI awal tahun, Prajogo tetap kokoh sebagai nomor satu.
Di posisi berikutnya, bersaudara R. Budi Hartono dan Michael Hartono (pemilik Djarum Group dan Bank Central Asia/BCA) secara kolektif atau individu masih berada di jajaran atas dengan kekayaan masing-masing di kisaran US$19–20 miliar. Bisnis rokok kretek dan perbankan mereka tetap menjadi pilar utama kekayaan yang stabil di tengah gejolak pasar saham.
Low Tuck Kwong, pengusaha tambang batu bara melalui Metis Energi dan PT Bayan Resources, juga mempertahankan posisi kuat di empat besar meski kekayaannya sempat terdampak koreksi harga komoditas dan sentimen MSCI Januari lalu. Kekayaannya kini diperkirakan sekitar US$20–21 miliar.
Forbes mencatat bahwa dominasi sektor energi, pertambangan, perbankan, dan teknologi informasi masih menjadi ciri khas konglomerat Indonesia di 2026. Fluktuasi kekayaan sepanjang tahun ini dipengaruhi oleh:
- Gejolak IHSG akibat sentimen indeks MSCI global
- Pergerakan harga komoditas energi dan batu bara
- Ekspansi bisnis ke sektor hijau dan data center
Meski ada penurunan sementara bagi beberapa nama besar, susunan 10 besar relatif stabil dibandingkan akhir 2025. Nama-nama lain yang kerap muncul di daftar termasuk Sukanto Tanoto (bisnis aluminium dan energi), Anthoni Salim (Indofood), Otto Toto Sugiri (data center DCI Indonesia), serta Tahir (Mayapada Group).
Kehadiran empat konglomerat Indonesia di daftar dunia Forbes 2026 menegaskan peran penting pengusaha Tanah Air dalam peta ekonomi Asia Tenggara. Di tengah tantangan ekonomi global, ekspansi ke sektor berkelanjutan dan digital diprediksi akan semakin memperkuat posisi mereka di tahun-tahun mendatang.